Dikarenakan jadwal gue yang masih kosong melompong dan gue terdampar di apartemen gue bersama sushi gelondongan dan sebungkus Subway jadi gue memutuskan untuk nyampah di sini hahaha.
Jadi anak yang namanya Ntep ini, yang dulu dicurigai punya sensor bule, sekarang terdampar di Melbourne, Australia. Sejauh ini belom punya cita-cita untuk nikah sama kangguru atau koala. Paling banter cuma balap karung sama platipus.
Tujuan gue ke Melbourne bukan untuk jualan kipas atau minyak tanah, melainkan untuk menuntut ilmu. Dan berhubung gue 2 taun digiles tronton dan dihujani abu merapi di sebuah kota ciamik bernama Yogyakarta, otomatis itu mengubah status gue menjadi orang desa. Dan sekarang gue nyasar di kota macem Melbourne. Bisa kebayang lah gue noraknya macem apa.
Gue belom lama kok di sini, baru 2 minggu. Dan namanya bukan Ntep kalo gak bikin masalah. Jadi hari pertama gue sampe disini, gue ditampung sama tante gue dan tinggal di daerah Caufield yang jaraknya 25 menit dari city, dan gue harus naik tram yang mesin bayarannya super sampah. COIN ONLY. Yep, kalo mau bayar gue harus pake koin.
Berhubung gue baru nyampe, gak punya koin dong gue? Yaudah, I just hopped on the tram and when it reached my destination, I hopped out without paying. Dan gue yakin, muka gue udah masuk dalam daftar kriminal Victoria police service.
Dan itulah permulaan petualangan gue di kota Melbourne ini.
Gue bisa bilang, setelah itu petualangan2 yang lebih seru, mulai dari gotong2 ember menyusuri city centre sampe maen2 ke strip club.
Just sharing really :)
If I have the time, I'll update my story. Dan kalo ada yang maen ke Melbourne kontek2 gue yaaaaa :-*
Jadi anak yang namanya Ntep ini, yang dulu dicurigai punya sensor bule, sekarang terdampar di Melbourne, Australia. Sejauh ini belom punya cita-cita untuk nikah sama kangguru atau koala. Paling banter cuma balap karung sama platipus.
Tujuan gue ke Melbourne bukan untuk jualan kipas atau minyak tanah, melainkan untuk menuntut ilmu. Dan berhubung gue 2 taun digiles tronton dan dihujani abu merapi di sebuah kota ciamik bernama Yogyakarta, otomatis itu mengubah status gue menjadi orang desa. Dan sekarang gue nyasar di kota macem Melbourne. Bisa kebayang lah gue noraknya macem apa.
Gue belom lama kok di sini, baru 2 minggu. Dan namanya bukan Ntep kalo gak bikin masalah. Jadi hari pertama gue sampe disini, gue ditampung sama tante gue dan tinggal di daerah Caufield yang jaraknya 25 menit dari city, dan gue harus naik tram yang mesin bayarannya super sampah. COIN ONLY. Yep, kalo mau bayar gue harus pake koin.
Berhubung gue baru nyampe, gak punya koin dong gue? Yaudah, I just hopped on the tram and when it reached my destination, I hopped out without paying. Dan gue yakin, muka gue udah masuk dalam daftar kriminal Victoria police service.
Dan itulah permulaan petualangan gue di kota Melbourne ini.
Gue bisa bilang, setelah itu petualangan2 yang lebih seru, mulai dari gotong2 ember menyusuri city centre sampe maen2 ke strip club.
Just sharing really :)
If I have the time, I'll update my story. Dan kalo ada yang maen ke Melbourne kontek2 gue yaaaaa :-*

